Categories
Uncategorized

Apakah qurban harus shalat idul adha terlebih dahulu?

Umat Islam yang beriman akan melakukan berbagai tradisi di bulan Dzulhijjah, yang penuh dengan keutamaan, saat merayakan Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Dari mulai shalat Idul Adha hingga qurban disembelih. Dalam konteks wajib qurban atau sunnah, bisa jadi qurban sapi atau kambing.

Namun, dalam dua tahun terakhir atau lebih, pemerintah telah memberlakukan pedoman kesehatan yang ketat pada pelaksanaan shalat Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19. Bahkan jika kondisinya tidak mengizinkan shalat, penanggung jawab setempat harus menghentikan semua kegiatan shalat Idul Fitri.

Tidak hanya dalam hal doa, tetapi juga dalam hal prosedur kesehatan, penyembelihan hewan qurban harus dipatuhi oleh panitia qurban. Mengenakan masker dan sarung tangan, mewakili qurban kepada panitia inti, memilih lokasi yang tidak penuh sesak, dan merekomendasikan shohibul qurban untuk tidak harus mengamati proses penyembelihan qurban hanyalah beberapa contoh.

Lantas, ketika suatu daerah tidak menyelenggarakan salat Idul Adha, bagaimana syarat hukumnya dan kapan sahnya qurban harus disembelih?

Hukum Penyembelihan Qurban Tanpa Shalat Idul Adha

Awalnya, ketentuan hukum dari kasus ini mengacu pada pernyataan Nabi (SAW) melalui Al-Bara bin Azib:

“Hari ini (10 Dzulhijjah), hal pertama yang kami lakukan adalah berdoa. Kami kemudian kembali ke rumah dan menyembelih binatang qurban. Barangsiapa yang melakukan ini (menyembelih setelah shalat) telah memperoleh sunnah kita. Namun, jika seseorang menyembelih sebelum Idul Adha, penyembelihannya terbatas pada keluarganya sendiri dan tidak dianggap sebagai ibadah qurban. (Bukhari, HR.)

Menurut hadis, Nabi menyatakan bahwa ia pertama-tama akan shalat Idul Adha dan kemudian menyembelih qurban. Konteks hukum penyembelihan hewan qurban tanpa shalat Idul Fitri, di sisi lain, berkaitan dengan shalat yang diadakan di masjid atau lapangan terbuka dengan orang-orang. Sehingga mereka dapat melaksanakan shalat Idul Adha di rumah masing-masing dengan tetap memenuhi persyaratan tata cara shalat Idul Adha.

Namun, menurut seorang ahli dalam kitab Al-Hishni, tidak ada hubungan antara shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban. Artinya, meski sebelumnya menggelar atau menghentikan salat Idul Adha, penyembelihan hewan qurban akan tetap diizinkan. Karena shalat Idul Adha bukanlah syarat ibadah yang dapat diterima untuk menyembelih hewan qurban, itu bukan kondisi ibadah yang sah untuk menyembelih hewan qurban.

Seperti yang tercantum dalam hadis berikut ini. Yang Artinya:

“Pelaksanaan salat Idul Adha bukan syarat masuk saat menyembelih hewan qurban bagi warga pinggiran kota. Berdasarkan kesepakatan ulama yang sama, ini berlaku juga untuk penduduk daerah tertentu. Wallahu a’lam.”

Hal ini membuat pelaksanaan salat Idul Adha di rumah bukan perkara yang masuk dalam larangan qurban.Jika Tak Ada Shalat Idul Adha, Saatnya Menyembelih Qurban yang Sah. Seperti yang anda ketahui, batas waktu penyembelihan qurban biasanya dua rakaat dan dua ceramah singkat setelah shalat Idul Adha. Hal ini sejalan dengan riwayat Al-Bara bin Azib tentang Nabi (SAW) yang mengatakan bahwa jika qurban disembelih sebelum shalat Idul Adha, hukum qurban dibatalkan. Akibatnya, itu hanya akan dihitung sebagai penyembelihan biasa, dan Allah SWT tidak akan menerima ibadah qurban.

Dan penyembelihan yang menyumbangkan daging hewan kepada penerima qurban tidak akan menerima pahala qurban, melainkan penghargaan sedekah. Berikut ini adalah apa yang dikatakan salah satu ulama mazhab Syafi’, yang Artinya:

“Barangsiapa menyembelih hewan sebelum waktu itu, maka itu tidak menjadi ibadah qurban.”

Kemudian, untuk penyediaan waktu penyembelihan hewan qurban ketika tidak ada shalat Idul Adha di masjid, Syeikh Abu Zakaria Al-Anshari melalui laman , bers isya yang artinya Artinya:

“Penyembelihan utama hewan qurban ditunda sampai doa dan khotbah singkat telah berlalu sejak terbitnya matahari pada hari nahar (Idul Adha 10 Dzulhijjah) setinggi tombak untuk keluar dari ikhtilaf ulama.”

Tujuan pernyataan itu adalah untuk memungkinkan siapa saja yang berkurban untuk menyembelih hewan qurban setelah dua rakaat doa dan dua khotbah telah dilakukan.

Akibatnya, kita dapat menyimpulkan bahwa menyembelih hewan qurban tanpa melakukan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan terbuka diperbolehkan. Jika Anda menyembelih hewan sekitar waktu ketika shalat Idul Fitri selesai, Anda harus baik-baik saja. Tujuannya adalah untuk membebaskan diri dari ikhtilaf, atau adanya perpecahan atau perselisihan di antara pendapat ulama.

Bagi anda yang ingin berqurban secara online, anda dapat mengunjungi website qurban online dengan klik Qurban Online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *